Senin, 03 Februari 2014

Kedewasaan bersikap.. :)

Dari sebuah kesadaran tentang kedewasaan..
Aku sudah tidak bisa berkata apa apa lagi untuk berbicara didepannya tentang sebuah kejujuran.. aku hanya tau dia marah karena aku mementingkan hal selain dia.. entahlah bagaimana lagi aku harus berkata jujur kalau itu pun masih dipandang salah dengan sikapnya.. 
Saat itu aku masih ingat ketika dia pun marah karena aku sering melakukan perjalanan atau traveling dengan alasan aku harus mengontrol jadwal perjalananku yang sebenarnya itu adalah titik aku bisa nyaman terhadap kebebasan hidup.. 
Saat ini aku pun mengalami hal itu kembali ketika aku mulai bisa merubah jadwal perjalananku menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk sekitarku khususnya kegiatan sosial dan sudah mulai jarang pula melakukan perjalanan yang hanya menghabiskan waktu tanpa manfaat.. ketika ini pula dia bersikap yang sama..
Aku selalu berusaha jujur walaupun dia tidak terima itu karena itu aku bisa merasa bebas tanpa kebohongan.. tapi adakah jawaban ketika sebuah kejujuran tidak lagi dapat dia terima ??.. lalu apa yang bisa membuat dia menerima ??.. aku berharap bukan sebuah kebohongan yang akan menyenangkannya..
Dia cukup dewasa.. aku tahu itu tapi itu selalu kalah dengan sikapnya yang masih belum bisa menerima sebuah keadaan dengan sikapnya..
Dia juga mandiri.. aku tahu itu tapi itu selalu kalah dengan sikapnya yang masih belum bisa menerima sebuah kenyataan..
Sampai saat ini tidak ada yang salah dengan dia tapi aku yang salah karena belum bisa membuat dia menjadi dewasa dan mandiri dalam menyelesaikan masalah.. khususnya di hubungan aku dan dia bukan di hubungan aku, dia dan orang lain yang selalu punya kesempatan untuk mengubah pikirannya tentang hubungan ini.. karena aku masih percaya kalau hubungan aku dan dia hanya ada aku dan dia..
tulisan ini bagian dari aku berusaha menyadarkannya untuk selalu bisa dewasa dan mandiri.. aku selalu percaya bahwa setiap masalah bisa diselesaikan bukan hanya dengan omangan tapi sikap.. ketika aku tidak memandang ini sebuah masalah dan dia menjadikannya masalah maka aku berharap dia bisa mengambil sikap untuk menyelesaikannya.. sampai saat ini aku dan dia masih punya kehidupan masing-masing dan aku tidak pernah bisa untuk menjadikan hubungan ini beban di hidupnya karena aku tahu dia sudah cukup berat menyelesaikan persoalan hidupnya.. dan aku berharap dia dewasa mengambil sikap untuk hubungan ini.. Aamiin..
Aku masih percaya dia sayang sama aku.. dan akupun berharap demikian terhadapnya..

-ilham sutiawan-

Minggu, 05 Januari 2014

8 Hari untuk 1 Coretan Perjalanan



8 Hari untuk 1 Coretan Perjalanan

Merah Putih
Banyak tinta yang telah aku keluarkan dalam kanvas perjalanan kali ini.. Kapasitas ingatan yang tak mampu mengingat setiap langkah kaki ini membuat aku sulit mengingat setiap komponen yang telah diciptakan-Nya.. Perjalanan, aku selalu merasa punya cerita disetiap proses langkahnya.. Dia itu selalu membuatku menjadi orang kaya akan sebuah cerita..


Mukadimah Perjalanan
Aku mau menyebut ini mukadimah perjalanan karena diluar bagian yang akan aku ceritakan dalam 8 hari nanti.. Terserah aku yoo mau nyebut apa.. hahaha :D.. Berawal dari sekedar celotehan ku untuk menghabiskan akhir tahun dengan mengenal gunung yang disebut sebagai “Triple Es” bagi para penikmat pucuk.. Hah ?? Es ??.. Yeah Es dari E ada Slamet.. E ada Sumbing juga dan E ternyata Sindoro juga ada toh.. hahaha.. cukup !!! Tapi aku ga bisa mengatur celotehanku untuk dapat terealisasi karena akhir tahun membuatku cukup gila berjibaku dengan ocehan dan tanggungjawab dikantor.. Sedangkan Hanis beberapa kali mempertanyakan tentang perjalanan ini.. *fiuh urang lieur kisanak..
Alhamdulillah aku mempercayakan Hanis mengurus semua keperluan Trip dan aku hanya minta kapasitas 2 tenda sajah untuk perjalanan kali ini alias 8 orang dengan destinasi yang sedikit berubah dari “Triple Es” menjadi “Double Es” (Just Sumbing and Sindoro tok !!) atas pertimbangan tertentu karena kita mau mengakhiri perjalanan di Jogja dengan trip lainnya nanti.. Aku juga minta tolong Hanis membuat Itinerary atau Run Down Acara selama Trip hanya untuk menjadi garis besar apa yang akan dilakukan selama perjalanan.. Namun Itin tidak tersampaikan sampai waktu menunjukan H-3 dan aku membuat Itin sendiri yang pada akhirnya itin itu yang di print out dan digunakan.. -_-“ *toyor Hanis

Intermezzo ganti nama “aku” menjadi “gw” dalam coretan perjalanan ini..

8 orang pejuang jalur dewa terdeteksi.. Nanti gw ceritakan sedikit kenapa disebut jalur dewa.. Mereka itu adalah 7 orang Wangsawana dan 1 orang Ksatria Independen Berkuda Putih dari Negeri Dongeng.. Hahaha Ksatria itu adalah Ilham Sutiawan dan Wangsawana itu adalah Hanis, Billy, Harun, Wibi, Abi, Dea dan Reni.. Kamilah para pejuang jalur dewa itu.. HAHAHA..
Kami dari "TADI" - Socialita GankSter !!!
Hari-hari terakhir menjelang 8 Hari Perjalanan membuat gw bingung dengan keputusan ikut atau tidak karena harus meninggalkan kantor sementara.. Gw mulai labil sampai akhirnya mencoba bicara kepada Hanis dan Harun.. Respon mereka sangat positif, positif membuat gw tambah labil dan galau.. -_-“ sangat tidak membantu.. Yasudahlah gw putuskan untuk tetap ikut dan menanggung semua resiko pasca perjalanan dikantor nanti..

Okech semua sudah siap khususnya persiapan gw pribadi.. Entah apa yang disiapkan oleh team karena Hanis ga pernah mau mencoba share ke gw dan gw percaya pada apa yang disiapkan oleh team karena sejauh gw kenal Wangsawana itu mereka sudah beberapa kali menyapa gunung-gunung di pulau Jawa bersama-sama.. Bohong menurut gw kalau mereka tidak punya pembekalan yang cukup tentang mountaineering.. Kita lihat nanti kakaa !!!.. Dan yang gw tahu manusia itu tempatnya salah bukan alam dan sekitarnya.. Jadi apapun yang terjadi diperjalanan itu karena kesalahan manusianya yoo.. ;)

Masuk ke coretan perjalanan yuk ah..

Hari Pertama, 26 Desember 2013
Pagi ini gw bangun jam 9.. Sudah bikin janji juga sama Mamdu dari Bekasi Summiter untuk nganterin gw ke Stasiun Bekasi pukul 10 pagi sekalian dia mau ambil payungnya di gw yang akan dibawa ke pendakiannya ke Slamet malam ini.. Ret ngaret jam 11 gw baru jalan dari rumah ke Stasiun Bekasi.. di Stasiun Bekasi antrian Commuter Line (Comline) sedikit kok sampai gw harus menghabiskan waktu sekitar setengah jam untuk mengantri sambil celingak-celinguk mencari keberadaan Billy.. -_-“ rame tenan cuk di Stasiun Bekasi.. Ternyata Billy tidak terlihat oleh mata gw dan fix gw melanjutkan perjalanan ke Stasiun Jatinegara karena Comline sudah memanggil-manggil.. Diatas Comline Billy telepon gw dan dia baru sampai stasiun.. Hahaha maaf bil gw tinggal tapi gw tungguin di Stasiun Jatinegara yoo.. :* sekedar info pejuang yang lain ke Stasiun Pasar Senen naik Bus..
Kriik kriik.. Sudah 3 Comline berlalu ke Stasiun Pasar Senen dari Stasiun Jatinegara dan gw harus menunggu Billy tiba baru jalan bareng ke Stasiun Pasar Senen.. Jam 12 siang hampir menunjukan pukul setengah satu, Billy mulai nampak didepan mata dan kami melanjutkan perjalanan ke Stasiun Pasar Senen..
Selamat datang kembali tempat yang banyak kenangan perjalanan.. St. Pasar Senen.. Aku tunggu kamu memanggil kami wahai KA Ekonomi Kertajaya Tambahan.. Gw dan Billy sampai disana pukul 01 siang dan lagi-lagi Stasiun ini juga ramai bingit kakaa !!!.. Tik tok tik tok 5 pejuang sudah berkumpul dan akan melanjutkan perjalanan ke St. Semarang Poncol.. Kok 5 pejuang ??.. Yah 3 Pejuang nyusul besok pagi menggunakan Bus dari Terminal Kp.Rambutan Jakarta langsung ke Basecamp Sumbing daerah Wonosobo untuk melakukan pendakian pertama kami di perjalanan ini.. Mereka bertiga itu Harun, Wibi dan Reni.. Sedangkan Ksatria dan 4 pejuang akan singgah di Semarang karena Sepur yang kita gunakan tidak melalui St. Purwokerto.. Dan gw sudah menyiapkan sahabat yang tinggal di Semarang untuk mengevakuasi keberadaan kami disana..
Tiket KA Kertajaya Tambahan kami berangkat pukul 01.20 WIB dan pukul 01.10 WIB kami harus mengantri diantrian yang panjang.. -_-“ Alhamdulillah petugas tiketingnya sangat mengerti perasaan dan kegelisahan hati kami sehingga diumumkan bahwa yang didahulukan masuk ke peron adalah penumpang KA Kertajaya Tambahan.. Dahsyat pak !!!.. Hei pejuang serbuuuuuu !!!.. Akhirnya kami semua segera masuk ke peron 3 St.Pasar Senen dan KA Kertajaya Tambahan belum tiba.. Okech terimakasih _-_
Istirahat sejenak sambil menunggu KA Kertajaya Tambahan tiba.. Dan eng ing eng tibalah Sang Sepur nan Gagah yang kita tunggu-tunggu.. Gw bertanya seat kita ada di gerbong mana ??.. Dan Hanis menjawab di gerbong 5 karena dia yang pegang tiket.. Okech FIX pintu belakang gerbong 4 kita masuki dan kepintaran Hanis adalah belok ke arah kiri gerbong bukan ke kanan masuk gerbong 5.. Hanis ga salah kok.. yang salah gw, Billy, dan Dea yang mengikuti jejak Hanis.. Dan ternya Dea sadar kalau kita salah gerbong !!!.. Waduh mana Hanis udah jauh didepan lagi.. Gw reflek menyuruh Dea dan Billy ke Gerbong 5 sedangkan gw mengevakuasi Hanis melalui peron dan masuk melalui pintu depan gerbong 4 dan memanggil Hanis kalau kita salah tempat.. Hanis pun mengikuti jejak gw ke gerbong 5 sambil joging kecil lah ya.. -_-“ Masuklah kami semua di gerbong 5 dan ada Abi yang memang beda 1 gerbong sama kita saat pemesanan tiket.. Lantas gw bilang ke Abi kalau dia salah juga.. -_-“
Kekisruhan tidak sampai disini.. Kenapa ??.. karena seat kita telah ditempati orang  !!.. Loh kok ??.. Okech FINE saat ini Hanis minta banget ditoyor 1 gerbong karena jelas-jelas di tiket kita berada di gerbong 8 dan Abi di gerbong 7 !!!.. Jalan lagi melalui 2 gerbong kebelakang ditambah 1 gerbong restorasi.. Mamammm !!!..
Setelah menghantarkan Abi digerbongnya, kami lanjutkan ke gerbong belakangnya dan ada wanita hijab yang anggun tapi duduk ditempat kami.. -_-“ dan seorang bapak yang cocotnya gede banget mempertahankan wanita itu duduk di depannya padahal bukan rombongannya.. Muke Gile !!! Gw bilang sajah kalau ini tempat duduk kami dan kami sesuaikan dengan tiket yang kami miliki.. Sang wanita berhijabpun mencari tiketnya yang ada di temannya dan.. BINGO !!! Maaf kali ini kami BENAR !!! Mingkem lu pak !!!.. Maaf semua cocot bapak saya TOLAK !!!.. Sang wanita pun meninggalkan gerbong 8 dan duduk di gerbong 9 yang seharusnya dia berada.. *Fiuh.. Hanis mana ??.. *Toyorrrr
Suara peluit sepurpun telah berkumandang dan kami menikmati perjalanan ke St. Semarang Poncol.. Alangkah indahnya kami bertemu Ipin dan Upin alias Husein dan Husni di sepur.. Balita yang unyu dengan tingkah yang kocak-kocak.. Dea nampaknya senang bergaul dengan balita kembar itu selama perjalanan.. Mungkin dalam hati Husni dan Husein berkata “Siapa sih nih orang ??.. Pengen banget deket-deket gw !! isshhh !!!”
Upin Ipin a.k.a Husein dan Husni
Selamat datang kembali St.Cirebon.. Senja bersedih dan Mt. Ciremai yang gagah pun sedang diselimuti kabut tebal.. Sepur kami istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke St. Semarang Poncol..

Hallo St. Semarang Poncol.. Masih ingatkah kau bulan Maret lalu aku menyapamu untuk melanjutkan ke Mt. Merbabu.. Mungkin kau lupa karena begitu banyak yang menyapamu sampai saat ini.. Tapi aku selalu mengingat kamu ketika aku dan Ilalang menyapamu pagi itu.. :*

Kriuk kriuk.. ceritanya suara perut lapar dan gw menawarkan kepada 4 pejuang jalur dewa itu untuk mengisi perut mereka dahulu sambil gw menghubungi Netnot dari #ChapterSemarang untuk mengevakuasi kami.. Pilihan jatuh pada Nasi Rawon depan St. Semarang Poncol.. Kami makan dan Netnot pun tiba bersama Tuan Abu Kelabu.. Hahaha.. Kami saling mengenal dan bercerita di warung Nasi Rawon sambil kembali menunggu kawannya Netnot yang ternyata Alet dari #BPISemarang.. -_-“ Dunia ini seperti panggung sandiwara karena Alet adalah sahabat dekat dari #BPISolo.. Loh terus kenapa ??.. #BPISolo itu adikku semua !!!.. Ooh *datar.. -__-“
Alhamdulillah Alet mempunyai peran di #BPISemarang sehingga dapat mengevakuasi kami semua.. hahaha.. ditanyalah kami hendak kemana dulu saiki ??.. Dan Ksatria pun menjawab.. “NGOPI”.. Singkat cerita dibawalah kami di lesehan depan Bank Indonesia hanya untuk sekedar Ngopi dan bersilahturahmi dan ada sambilannya lagi.. Sambil menunggu adikku Nyonyo dari #BPISolo yang transit ke Semarang hendak touring CB ke Jakarta bersama komunitasnya dan menunggu Veri dari #ChapterSemarang yang baru balik gawe pukul 12 malam.. Netnot juga harus pulang karena paginya dia harus dinas sebagai perawat..

Wedangan Semarang depan BI
Hallo lee.. Hahaha Nyonyo tiba dan kami bersenda gurau kembali di lesehan depan Bank Indonesia.. Ngobrol banyak dengan #BPISemarang dan #ChapterSemarang tapi Nyonyo harus melanjutkan perjalanannya kembali ke Jakarta menggunakan CB.. Hati-hati lee salam buat Ilalang di Jakarta kalau ketemuan yoo.. :*

Hari Kedua, 27 Desember 2013
Tak terasa obrolan kami sudah sangat larut dan menjelang shubuh dan kami semua harus istirahat.. Dihantarkanlah kami di kostan Abu di daerah atas kalau kata mereka mah.. Sedangkan Dea istirahat dikostan Alet didaerah bawah.. Kami semua menuju kostan Abu diantar oleh 2 mas-mas dari #BPISemarang dan Veri kecuali Dea yang berada di kostan Alet.. Tiba dikostan Abu kami semua istirahat dan bablas tidur sampai jam 11 siang.. Hahaha.. Apa kabar jam 10 pagi yang seharusnya kita sudah berangkat dari Terminal Terboyo ke Desa Garung untuk meeting point bersama 3 pejuang lainnya.. Hahaha..
Bangun tidur semua sudah bangun kecuali Billy masih molor.. Hanis dan Abi hilang ??.. Kata Abu mereka sedang cari sarapan.. Dan gw menikmati sebatang, dua batang dan tiga batang rokok sebelum mandi untuk Shalat Jumat.. Rencana kami sehabis Jum’atan baru jalan ke Terminal Terboyo dan itu kami lakukan.. Setelah makan siang kami semua dihantarkan ke Terminal Terboyo oleh kawan kostannya Abu dan Veri.. Matur Suwun Lee.. :*
Sampainya kami di Terminal Terboyo.. Veri pamit duluan untuk melaksanakan tanggungjawabnya sebagai Masinis.. Hahaha dan kami ditemani Abu sampai Alet dan Dea tiba di Terminal Terboyo.. Tibalah Alet bersama Dea disana dan gw mencari bus yang jurusan Semarang – Wonosobo bersama Hanis.. Busnya jam 04.30 sore baru jalan dan sekarang masih jam 3.30 sore.. Okech FIX ngobrol lagi hingga tak terasa pukul 04.30 sore datang dan kami harus berpisah dengan Alet.. Matur Suwun Let.. Salam buat Cah #BPISemarang yoo.. :*
Dadah – dadah dengan Semarang.. Kami melanjutkan perjalanan ke Wonosobo dan sampailah di Desa Garung pukul 10 malam.. Mati gaya selama 5 jam dengan berbagai ekspresi.. Hahaha.. 3 Pejuang lainnya ternyata sudah sampai terlebih dahulu di Basecamp MT.Sumbing dan hendak menunggu kehadiran Ksatria dan 4 Pejuang lainnya yang sedang berjibaku didalam bus..
Eng Ing Eng Selamat Datang di Basecamp MT. Sumbing dan Selamat Malam.. Sudah banyak pendaki yang tidur disana menunggu Fajar mengantarkan mereka ke Pucuk MT. Sumbing dan itu pula rencana kita.. Ingat ya RENCANA !!!.. Gw melakukan registrasi dan para pejuang mengisi perut mereka dengan Nasi Goreng 3 jam-an.. Hahaha.. Setelah semua rampung kami semua tertidur pulas.. Ga pulas juga sih gw soalnya Harun nemenin begadang sampai jam 3 shubuh.. Apa aja jadi pembahasan bersama Harun.. -_-“

Hari Ketiga, 28 Desember 2013
Kukuruyuk.. Ceritanya pagi.. malas sekali beranjak padahal sudah jam 8 pagi.. Kita ini terlalu santai dan akhirnya jam 10 kita mulai pendakian.. Hahaha.. Siang banget kakaa !!!.. Angga dari #ChapterJogja menghubungi gw pagi itu via WhatsApp dan mengharuskan kami tanggal 30 Desember sudah tiba di Jogja karena akan diajak Beach Camp di Pantai Seruni Wonosari.. Menurutku akan susah karena Trip kami selanjutnya berubah ke Prau bukan Sindoro.. Tapi gw pribadi mencari kebersamaan karena di Jogja sudah ada Alfian, Wisnu, Shiwo, Ezza, Aul, Ucrit dari #ChapterBekasi alias Bekasi Summiter.. Dan gw share ke para pejuang yang jawaban mereka selalu “TERSERAH, BEBAS dan IKUT AJA !!!” Okech FINE !!!.. Deal kita BeachCamp tanggal 30 Desember berangkat dari Jogja menuju Wonosari via motor yang menurut estimasi seharusnya dapat dilaksanakan..
Semua sudah beres dan abadikan dulu awal muka ceria ini.. *Ga tau dah mukanya setelah sampai Pos 3 nanti.. Hahaha.. Diiringi do’a selalu dalam hati dan kami memulai langkah sakti dijalur dewa.. selangkah demi selangkah melewati jalanan aspal dan tiba dijalan berbatu tidak rata yang masih diwilayah pedesaan.. Bertemulah kami dipertigaan antara Jalur Lama dan Jalur Baru MT. Sumbing.. Kami memilih Jalur Lama karena kesepakatan.. Selamat datang dijalur dewa menurut Wisnu dari Bekasi Summiter yang setelah di Jogja memberi tahu kalau Jalur Lama itu dahsyat.. Hahaha.. Memang dasar kami para pejuang santai yaudah santai sajah jalannya.. Hahaha..
Selamat Datang ditanjakan pertama yang menghubungi Desa dengan Ladang.. Jalur ladang yang panjang dan berbatu membuat kami sering istirahat dan bercanda dengan wajah masih penuh semangat.. Hahaha.. Kriik kriik 3 jam kemudian tibalah dijalur tanah yang menandakan kami telah masuk hutan.. Masih terlihat jalur motor di tanah yang kami lalui dan bertemulah kami dengan Gingsul dan Fahrul dari Bekasi Summiter disana.. Hahaha gw tau Gingsul kesini dari Alfian tapi masih tetap ga nyangka bisa toyor mereka disana.. Hahaha gw cerita kalau anak-anak ada di Jogja dan mereka berdua hendak ke Prau tapi tanggal 30 Desember dan mau ikut serta juga BeachCamp di Pantai Seruni..
Setelah ngobrol cukup lama dengan Gingsul dan Fahrul.. Kami melajutkan perjalanan ke Pos 1 yang tidak jauh dari kami ngobrol sama mereka berdua.. Hallo Pos 1 dan kami kelaparan.. Hahaha bongkar nesting kakaa !!!.. Cukup lama kami di Pos 1 dan pukul 01.30 siang kami lanjutkan kembali langkah kami menuju Pos 2.. Pos 2 itu jauh ya.. -_-“ Sekitar 2-3 jam kami sampai di Pos 2 dan kelaparan lagi tapi hanya makan cemilan sajah.. Langkah dilanjutkan ke Pos 3 sebagai tempat kami untuk Open Camp sebelum Summit.. Jalur mulai terbuka dan pemandangan Sindoro itu indah banget kakaa !!!.. Jalan santai kami menghabiskan waktu sehingga Billy dan Hanis duluan ke Pos 3 untuk membangun tenda kami.. Billy tukeran Carrier sama gw dan Hanis tukeran Carrier sama Harun.. DAMN !!! Carrier Billy cukup nyakitin.. Okech FINE karena isinya logistik semua.. Tetap dengan Integrity gw melangkah walaupun Harun sudah berulang kali bilang “tukeran ga bang ??..” dan gw jawab hanya dengan menepuk dada.. Hahaha..
Tibalah di Pos 3 sebagai tempat kami Open Camp dan ternyata tenda belum dibangun sedangkan Senja mulai tipis.. Gw bertanya kepada Hanis kenapa belum dibangun dan ternyata Billy sedang survey ke atas bukit untuk cari lahan bersama Dea.. Setelah Billy dan Dea turun dari bukit dan niat mau ngerjain pejuang yang menunggu hasil survey mereka.. Sampai kembali di Pos 3 Billy keram dibagian betis dan Dea tertawa sampai jatuh ke parit guling-gulingan.. Hahaha ini bagian terkonyol mereka.. Gw ketawa sampai sakit perut karena Dea jatuhnya persis didepan gw.. Hahaha sengaja ga gw tolongin karena posisinya aman.. Hahaha hiburan yang menarik dari atas bukit kawan !!! Hahaha..
Hari mulai gelap dan tenda segera dibangun.. Tanah di Pos 3 terlalu sempit untuk 2 tenda dan kami terus mencari celah untuk bangun tenda ditanah itu.. Gw menyuruh Dea dan Reni masak air untuk semuanya karena dinginnya MT.Sumbing mulai menusuk tulang kami.. Bangun sana bangun sini angkat sana angkat sini sampai semua sudah masuk kedalam tenda.. Billy menata barang didalam tenda Lafuma (Kuning) dengan setengah hati.. -_- masih berantakan !!! *toyor.. Sedangkan tenda Eiger (Orange) di tata Wibi cukup nyaman.. Gw menaruh para Srikandi di Tenda Orange karena cukup hangat sedangkan gw di Kuning.. Nikmatilah malam ini dengan ruang tenda seadanya.. Hahaha -_-“
Ini caraku menikmatinya !!!
Setelah gw selesai menyiapkan alat perang untuk Summit dan menikmati malam dengan ditemani MT. Sindoro dan Citylight Wonosobo – Temanggung bersama Hanis.. Gw mulai merasa lelah dan kembali masuk kedalam Tenda Kuning bersama Hanis.. Dan sudah ada Abi disana yang tertidur sedangkan di Tenda Orange Pejuang yang lain masih pada ngobrol.. Gw tidur dipaling pojok dan Abi ditengah serta Hanis didekat pintu.. Kasihannya Hanis karena pintu Tenda Kuning eror jadi ga bisa ditutup.. -_-“ Hadeh !!! dan pelehnya si Abi gw suruh di pojok biar gw yg ditengah karena SB polar gw bisa di lebarin buat Hanis dipotong atas oleh ucapannya “Gw sekali-kali ditengah Bang!!” Okech gw bingung karena ga pernah 1 tenda bareng dia.. Ampun kakaa !! selama tidur Abi mepet terus ke gw.. Ga tau dia sadar atau tidak yang jelas gw susah bergerak.. -_-“ Alhasil gw pun kurang bobo.. Jauh lebih nyiksa Hanis yang kedinginan sampai meringkuk saat gw bangun tidur untuk Summit.. Beneran dah ini moment “Kasihan” yang gw lihat selain muka pucet Billy dari Pos 1 ke Pos 2 karena Billy lagi sakit juga..

Hari Keempat, 29 Desember 2013
Sekitar jam 3 gw dengar suara Dea manggil nama gw buat Summit dan gw masih malas beranjak dari SB.. Tapi sedikit sautan gw jawab “iya”.. Namun setelah semua bangun gw ditawarin Pop Mie yang dimasak Harun dan baunya mohon maaf bikin gw mual Run.. L Abi yang melahap Pop Mie itu.. Hanis ga dikasih ??.. Gw lupa.. Setelah itu gw bertanya sama Harun tentang semua Daypack dan perlengkapan pribadi pun sudah disiapkan belum ?? Dan ternyata belum !!!.. -_-“ Buat apa bangun pagi – pagi kakaa !!! Alhasil gw rebahan lagi menunggu semua siap..
Setelah semua telah disipakan kecuali Headlamp yang ternyata gw baru tau ga dibawa Hanis dan Billy.. -______-“ Gilzzz !!! Sudahlah gw malas berpikir tentang mereka saat itu.. Yang gw tau mereka cukup akan pembekalan mountaineering minimal keperluan dasar.. Gede – Mahameru – Kenteng Songo – Garuda – Tegal Alun dalam pendakiannya itu kosong ga ada isinya.. Hanya foto yang bisa membanggakan mereka kesana bukan ilmu dan sharing tentang “SAFETY PROCEDURES !!!”.. Dalam pendakian ini gw mengandalkan Hanis, Billy dan Harun karena mereka yang paling dekat sama gw dan udah seperti adik sendiri di Bekasi Summiter serta mereka juga yang mengenal karakter para pejuang.. Tapi gw cuma lihat sosok Harun yang SIAP dari mulai pendakian sampai saat ini.. *fiuh sudahlah lupakan.. Gw keluar tenda untuk memakai sepatu dan semua tenda telah dikunci Harun.. Inshaa Allah aman ditinggal.. Kami berdo’a untuk Summit yang dalam perkiraan kami 3-4 jam dapat ditempuh.. Setelah kami melakukan do’a bersama dan terus melanjutkannya dalam hati kami masing – masing.. Kami kembali melangkah dengan tujuan Pestan – Watu Kotak – Tanah Putih – Puncak Kawah.. Diperjalanan yang baru kami mulai kamera tertinggal di tenda dan gw bersama Harun kembali mengambil kamera pinjaman milik Ridho dari Bekasi Summiter..
Kamera sudah diambil dan kami lanjutkan perjalanan.. Mulai terpisah karena gw bersama Harun harus menemani Hanis yang keadaannya kurang tidur.. Hanis meminta tidur sebentar di Pestan dan gw temani bersama Harun sedangkan pejuang yang lain tetap melanjutkan langkah mereka ke Watu Kotak..
Pagi Sindoro.. Warnanya mulai terlihat dari Pestan dan Hanis sudah bangkit dari tidurnya.. Kami bertiga abadikan dulu moment ini sebelum melanjutkan langkah ke Watu Kotak.. Jalur mulai berbatu dan membuat malas berjalan.. Dengkul selalu setia sejajar dengan paha bahkan lebih tinggi dari paha.. Hahaha.. Sampailah kami berdua di tempat Billy, Dea, Wibi, Reni dan Abi menunggu sebelum Watu Kotak.. Kami istirahat sejenak disana sambil mengabadikan Sindoro bersama..
Menyapa Sindoro
Dan kami mulai kembali melangkah dengan diawali tingkah Abi yang membuat Billy kesal karena meninggalkan daypack yang berisi makanan dan minuman.. Dan Abi hanya membawa kamera sajah.. Hahaha gw juga ga suka lihat sikap Abi yang jelas egonya.. Okech ini pembelajaran karakter.. Hati – hati dengan keinginan diri sendiri yoo yang dapat merugikan orang lain.. lihat dulu apa yang akan terjadi sebelum merealisasikan keinginan itu.. Kadang memang diharuskan memilih untuk kepentingan bersama daripada kepentingan diri sendiri.. Inilah yang dinamakan Kebersamaan kakaa !!!..
Langkah semakin berat dan cobaan angin membuat mata ini ketarik alias ngantuk.. *Hoammm.. Sampainya di Watu Kotak.. Gw melihat Billy disana dan mengajak istirahat sejenak namun mata gw ketarik dan gw putuskan untuk tidur.. Hahaha ternyata Billy juga tidur dan Hanis juga tidur.. Sedangkan pejuang yang lain masih dibawah kecuali Abi yang naik duluan.. Setelah gw bangun gw mendengar suara Dea yang tetap meneruskan langkah keatas bersama Wibi yang ga lama disusul Reni dan Harun.. Tapi Reni dan Harun singgah bersama gw, Hanis dan Billy di Watu Kotak.. Kami lama di Watu Kotak sampai menikmati Nutrisari dan memakan cemilan yang ada di daypack.. Foto lagi dengan gaya apapun karena kami adalah pendaki santai.. Santai Banget sampai ga sadar waktu sudah pukul 08 pagi.. Hahaha.. Dan kami kembali melangkah menuju Tanah Putih.. Sepanjang trek kami selalu bertanya berapa jam lagi kepada pendaki yang turun dan jawaban mereka selalu “KOMPAK” yaitu “1 Jam lagi” -_-“ Okech fine minimal kita saling sapa yaa.. Itu yang membuat langkah kaki ini makin malas melangkah sehingga kami tidur berkali – kali.. Hahaha..
Mata Air Tanah Putih
Hanis sudah ga kuat berhenti lama dan dia melanjutkan terus sampai ke Puncak Kawah.. Tersisa Gw, Harun, Billy dan Reni menuju Tanah Putih.. Dea, Wibi, Abi dan Hanis sudah terlebih dahulu tiba di Puncak Kawah.. Dari kejauhan Hanis memanggil nama gw saat gw masih tidur di trek bersama Billy, Harun dan Reni.. Dan kami melanjutkan langkah ke Tanah Putih yang terdapat Mata Air disana.. Hanis mengambil botol kosong yang ada di daypack untuk diisi dengan air.. Sambil menunggu Hanis mengisi air, kami semua istirahat dan Billy mulai malas ke Puncak Kawah.. “Sedikit lagi Bil.. Ayolah..” Itu yang gw keluarkan untuknya dibantu pejuang lainnya.. Sampailah Dea, Wibi dan Abi ke Mata Air dan kami berkumpul kembali..
Setelah mengisi air selesai Hanis turun ke Camp ditemani Abi untuk masak.. Dea dan Wibi kembali ke Puncak Kawah untuk menemani kami kesana.. Gw dan Billy lebih dahulu sampai di Puncak Kawah sambil menunggu Harun, Reni, Dea dan Wibi..

Puncak Kawah 3371mdpl

ALHAMDULILLAH pukul 11.30 siang kami semua sampai ke Batu Tertinggi MT. Sumbing..
PUNCAK KAWAH..

Banyak foto yang telah kami lakukan.. dan waktu sudah menunjukan pukul 01.30 siang.. Kami harus turun ke Camp karena harus packing turun ke Basecamp.. Semoga garis waktu hari ini masih bersahabat.. Aamiin..
Billy lebih dahulu turun dan gw menunggu Dea, Reni, Wibi dan Harun sampai akhirnya Gw dan Harun banyak cerita tentang setiap pendakian.. Itu yang membuat gw dan Harun sampai paling akhir pukul 05 sore di Camp.. Sedangkan para pejuang sedang tidur, Hanis memberikan makanan untuk dimakan sama gw dan Harun.. Allahuakbar gw ga bisa nelen makanan Nis.. Dan gw meminta tolong Hanis masakin susu putih.. Sedangkan Harun tetap makan.. Hari mulai gelap dan keputusan kami semua akan turun malam ini sampai di Basecamp.. Kalau kata Hanis cape sekalian.. Okech kita semua packing.. Bongkar tenda Kakaa !!!
Packing sana – sini dan rampung pukul 07 malam.. Kami siap turun dan lagi – lagi Headlamp seadanya.. -____-“ Kali ini senter yang Wibi bawa pun ga sanggup menerangi jalur dan gw serahkan headlamp gw karena Wibi harus backup Dea.. Reni di backup Billy dan Abi.. Sedangkan gw, Harun dan Hanis mengandalkan 1 Headlamp.. -_-“ Kita buat ini ajaib.. Setiap langkah kita isi dengan tertawa dan terjatuh.. Hahaha.. Tibalah gw, Harun dan Hanis di Pos 2 dan gw mulai merasa pusing sampai akhirnya gw harus istirahat sejenak hanya untuk membuat nyaman tubuh sendiri.. Carrier gw dibawa Hanis dan gw bawa Carrier Dea.. Kami lanjutkan langkah turun dan gw kembali ngedrop mungkin karena gw masuk angin.. Istirahat kembali sejenak dan kami teruskan langkah sampai akhirnya tiba di Pos 1 yang menurut kami itu jalur muter karena tidak sesuai dengan jalur naik yang terhitung sebentar kami lalui.. Setelah istirahat sejenak di Pos 1, gw, Harun dan Hanis melanjutkan kembali langkah kami sampai tiba di Ladang dengan jalur batu yang nyiksa langkah kami sampai gw akhirnya ganti sepatu jadi sendal trekingnya Harun..
Hallo Indonesia..
Jalur ini sangat panjang macam jalur naga dalam serial manga Dragon Ball sampai gw dan Harun kehilangan Hanis yang terlalu cepat karena tidak tahan sakitnya trek batu.. Alhamdulillah kami tiba di pemukiman dengan bentuk rumah yang jelas terlihat.. Hahaha.. Gw dan Harun tetap melangkah menuju Basecamp dan trek berubah kembali menjadi Aspal.. Yeah dan BINGO kami tiba pukul 00.30 tengah malam di Basecamp.. Sudah ada Hanis, Billy dan Abi yang belum tidur yang ternyata Billy mau evakuasi gw dan Harun saat Hanis tiba di Basecamp tapi keburu gw dan Harun sampai..
Sejenak gw istirahat di basecamp mendapatkan kabar dari Shiwo yang sedang berada di Jogja.. Shiwo menghubungi gw melalui handphone Abi dan memastikan Team Jalur Dewa ikut ke Pantai Seruni di Wonosari bersama #ChapterJogja.. Ada kendala dikendaraan yang akan digunakan kami semua kesana tapi semua bisa diatasi oleh #ChapterJogja dan Bekasi Summiter yang sedang berada disana..
Malam itu sangat lapar sekali dan Gw, Harun, Hanis dan Abi mencari makan ke bawah kecuali Billy yang memilih untuk tidur.. Kami berharap ada secercah cahaya warung makan yang masih buka pukul 02 malam.. Hahaha.. Alhasil ZONK !!!.. Gapapa yang penting usahanya.. *Halah menghibur diri.. Kami semua kembali ke Basecamp dan ada 1 bungkus mie rebus dan Harun mulai memasaknya sedangkan Abi langsung tidur.. Lumayanlah masak 1 bungkus mie rebus untuk bertiga.. Hahaha..
Setelah makan mie rebus 1 bungkus untuk bertiga.. Kami semua melepas lelah setelah berjuang dijalur dewa..
Nasi Goreng 3 Jam-an
Hari Kelima, 30 Desember 2013
Selamat pagi Mount Sumbing.. Pagi ini cuaca berkabut dan enak sekali untuk kembali bobo manis.. *Hoammm.. Hallo Sindoro yang tidak terlihat sama sekali dari Basecamp Sumbing.. Hari ini kami semua akan ke Jogja kecuali Billy yang harus kembali ke Bekasi karena ada acara Tahun Baru bersama sahabat SMA nya.. Loh ga jadi ke Prau ??.. Sepertinya tidak karena waktu kita sudah habis di jalur dewa.. Hahaha.. Dan saat ini waktu yang digunakan untuk melakukan perjalanan ke Jogja melalui Terminal Magelang.. Yah hanya dari sana bus yang akan mengantarkan kami semua ke Jogja..
Sarapan, mandi, packing dan hal – hal lain kami lakukan termasuk membeli beberapa kenangan jalur dewa ini.. Jam 12 siang kami jalan dari Desa Garung ke Terminal Magelang dan berpisah dengan Billy yang ke Terminal Wonosobo.. Racun gw ga berguna di Billy karena dia selalu menyebutkan Integrity.. -_-“ gw nyerah dengan kata itu..
Berasa ada yang hilang karena 1 pejuang kami kembali ke Negrinya dan kami sisa 6 orang pejuang dengan 1 ksatrianya.. Hahaha.. Sampailah kami di Terminal Magelang untuk mengisi perut sejenak dan kembali melanjutkan perjalanan ke Jogja.. Jogja, I will back..
Tibalah di Terminal Giwangan Jogja pukul 08 malam dan gw menghubungi Alfian untuk di evak.. Ternyata kendaraan yang tersedia kurang untuk mengevakuasi kami ke daerah Pakualaman sehingga membuat kami menggunakan bus Trans Jogja untuk ke Pakualaman.. 3x Transit tapi kami hanya 1x transit di halte Gedung Kuning Jogja karena Alfian, Wisnu, Arip dan Zaki mengevakuasi kami disana dengan 2x penjemputan..
Hallo kawan #ChapterJogja.. di kostan Angga sudah banyak orang namun gw tidak melihat Shiwo, Angga, Ucrit dan Aul yang ternyata mereka sudah duluan berangkat ke Pantai Pok Tunggal dekat dengan Pantai Seruni di Wonosari sedangkan kami harus istirahat sebelum besok siang berangkat dari Joga bersama – sama ke Pantai Seruni..
Tiba di kostan yang aulanya cukup besar menampung puluhan mata dari berbagai daerah membuat rame isi kostan Angga.. Gw baru bertatap mata langsung dengan para perintis #ChapterJogja dan sudah diajak briefing untuk acara besok.. Arif, Azzar, Afri, Heri, Titot dan lain – lain memberikan penghargaan yang sangat luar biasa walaupun gw lelah jadi semangat lagi.. :*
A I U E O dibahas untuk BeachCamp besok dan para pejuang mulai kelaperan.. Mereka mencari makan dan niat gw menyusul setelah pembahasan ini selesai.. Setelah semua selesai handphone gw drop dan gw ga tau mereka makan dimana dan akhirnya gw makan bersama Azzar, Gingsul dan Fahrul.. Banyak hal yang kita share bersama saat makan nasi gudeg lesehan tentang #ChapterJogja maupun tentang #ChapterBekasi alias Bekasi Summiter.. Tidak terasa waktu sudah larut malam dan gw kontraksi perut sudah naik levelnya.. Segera gw pergi kekostan walaupun sempat di tahan – tahan Azzar di tempat nasi gudeg lesehan.. -_-“
Sampai dikostan gw ga peduli anak – anak disana bilang apa karena yang terpenting buat gw adalah lobang wece.. Hahaha.. PUP lah gw sambil menikmati setiap prosesnya.. Hahaha dan ternyata saat gw mau mandi -________-“ 2 pasang mata kamera mengintai gw dari atas.. DAMN !!! Wisnu dan Alfian macam Paparazi video porno.. SIAL !!!.. Gw siram air aja ke mereka.. Bodo amat kamera rusak atau kaga padahal kamera pinjaman.. -_______-“ Okech lupakan video itu yang ternyata semua anak – anak disana pun sudah ada yang kena mata kamera saat mandi.. *fiuh
Mandi selesai dan anak – anak pun terbahak – bahak menertawakan video gw mandi.. hisssss.. Senyum bego sajah yang gw lakukan karena ga bisa berbuat apa – apa.. Hahaha.. Dan kemudian kami semua terlelap dalam lelahnya hari ini.. ZzZzZz..

Hari Keenam, 31 Desember 2013
Pagi Ja.. Salam untuk Jogja pagi ini.. Kami semua bersantai ria di kostan dan berkeliaran mencari makanan sebelum packing untuk berangkat ke Pantai Seruni Wonosari..  Beberapa logistik pun kami sediakan buat perbekalan malam akhir tahun di Pantai bersama Heri dan Azzar mulai melengkapi kendaraan dengan meminjam ke kerabat sana – sini..
Setelah semua rampung dan niat berangkat awal jam 1 siang ternyata hujan.. Akhirnya rencanapun berubah berangkat jam 4 sore dari Jogja.. Hahaha kesorean kakaa.. Tapi kita semua nikmati setiap perjalanannya.. Diawali dengan Do’a dan persiapan 20 orang mulai bergerak ke arah selatan Jogja.. Pantai Seruni berangkaaaatttt !!!..
Touring Jogja - Wonosari
Gw semotor sama Alfian menggunakan kuda CBR dengan membawa carrier fullpack isi tenda dan logistik menyusuri jalanan Bukit Bintang dengan celotehan dan canda sampai akhirnya terjadi insiden dijalan yang mengorbankan kendaraan Afri terjatuh akibat licinnya jalan raya karena solar tumpah.. Alhamdulillah Afri cidera sedikit dibagian kaki dan Nifus yang dibonceng Afri sehat walafiat.. Motor gw yang tepat berada dibelakang Afri segera melipir dan berhenti untuk menolong mereka.. Sedangkan Harun yang semotor sama Abi parkir jauh didepan.. Tidak lama insiden Afri, tepat didepan Harun terjatuh pula 2 motor dengan keadaan salah satu penumpang motornya berdarah dibagian bibir.. Tidak lama pula dibelakang kami 2 motor jatuh juga.. Astaghfirullah.. Sore ini penuh insiden.. Kami istirahat sejenak melepas magrib sambil menunggu situasi aman kembali dan Harun mendekati tempat kami istirahat.. Kalian tahu ?? Mukanya Harun pucet dan gw menggantikannya mengendarai motor.. Formasi berubah dimana gw bonceng Harun dan Alfian bonceng Abi.. Dan ternyata motor yang digunakan Harun susah dikendalikan tapi semua baik – baik sajah sampai akhirnya gw terpisah rombongan bersama motor yang dikendarai Arif..
Kami sisa berempat, gw bonceng Harun dan Arif bonceng Betty sedangkan yang lain entah dimana keberadaannya jauh didepan.. Kami berempat jalan terus melewati jalur – jalur Tyrex dan Alhamdulillah tibalah kami di Pantai Pok Tunggal yang sudah ditunggu kawan lainnya.. Sebelumnya saat memasuki kawasan Pok Tunggal, motor yang gw kendarai lepas rantainya dan tertinggal jauh dengan Arif tapi karena ketenangan akhirnya semua masalah bisa diatasi.. Hahaha Alhamdulillah..
Persiapan trekking to Pantai Seruni
Hallo Pok Tunggal.. Disana sudah ditunggu Angga, Shiwo, Ucrit, Aul, Ezza dan kawannya Angga dari Medan.. Kami semua istirahat sejenak sebelum melanjutkan langkah kaki ke Pantai Seruni.. Kok langkah ?? Yah kita harus jalan kaki kurang lebih 1 jam untuk sampai di Pantai Seruni.. Malam yang diiringi lantunan lagu dan cerita – cerita membuat langkah kami tiba di penghujung Pantai Seruni.. WAW GELAP.. -_-“ tidak terlihat apa – apa kecuali deruan ombak malam itu.. Shiwo dan beberapa kawan lainnya mencari spot camp dan kami membangun tenda kami sampai gw ga sadar kalau handphone gw terjatuh di pasir saat bangun tenda.. -_-“ Hal itu belum gw sadari sampai sesi santai tiba dan gw mulai panik mencari keberadaan handphone gw.. Dibantu Alfian, Shiwo, Wisnu dan kawan lainnya mencari keberadaan handphone gw.. Dan BINGO tuh handphone terkubur didalam pasir tempat gw membangun tenda Heri.. Alhamdulillah -_______-“
cieeeee yang PatJaran !! (Heri - Dilla)
Jadi bahan bercandaan saat handphone gw mulai ketemu Hahaha.. Dan terjadilah hujan badai yang mengharuskan kami berlindung didalam tenda.. Tapi gw melihat tenda orange gw flysheetnya ga paten serta pasaknya pada lepas.. Gw membenahi flysheet dahulu dan mencari kayu panjang bersama Hanis untuk mengganti pasak tenda yang lepas lalu segera masuk kedalam tenda Heri yang sudah penuh dengan Alfian, Arif, Wisnu, Heri dan Dilla.. Hahaha tenda lainpun nampaknya sama seperti tenda ini keadaannya..


Hari Ketujuh, 01 Januari 2014
Selamat pagi Ntai.. Hari ini kami semua akan menjadi anak pantai.. Yongkru woles jae.. Hahaha.. Melihat tenda orange gw ternyata hanya ada Betty dan Nifus.. Loh Harun, Wibi, Dea dan Reni kemana ??.. Mereka terlihat sedang menikmati pantai pagi itu.. Hanis dan Abi baru keluar dari tenda yang mereka tiduri tadi malam.. Okech kita nikmati pagi ini.. Cuaca masih diselimuti mendung yang syahdu.. *Halah.. Nikmatnya deruan ombak ingin sekali gw menyentuhnya tapi sepertinya masih terlalu pagi untuk bermain air sampai akhirnya gw didorong Ezza ke pantai dan merusak payung yang Reni yang sedang gw bawa.. -_-“ Sekalianlah gw menceburkan diri tapi ga berani ketengah karena ga bisa berenang.. Hahaha..
Hallo Pejuang.. Nikmati BeachCamp mu yoo..
Beberapa kali gw kedapur umum tempat Afri, Betty, Nifus, Arif dan yang lainnya sedang memasak.. Kami menikmati semuanya bersama tak terkecuali semua orang yang disana menjadi korban air pantai.. Hahaha gotong kakaa !! Hula Hula Hula NYEMPLUNG MANIAAAAA !!! MANTAP !!!.. BYURRRRRRR !!!.. Hahaha semua kebagian termasuk yang ga mau main air.. Hanya tawa yang kami nikmati dan lelahnya pasir pantai karena berlari – lari.. Terimakasih Seruni..
Barisan pemecah Ombak !!
Tidak terasa sudah pukul 11 siang dan kami harus membersihkan diri sebelum makan, packing dan membersihkan tempat kami bermain dari sampah kami sendiri.. Masih dengan keseruan Pantai Seruni hari itu dan kami mengabadikannya dalam memori foto bersama antara JOGJA – BEKASI..
Okech tutup acara BeachCamp ini dengan berdo’a sebelum kami harus kembali ke Jogja bersama – sama.. Motor yang kami parkir di Pok Tunggal adalah bagian yang harus diselesaikan sebelum menuju Jogja.. Gw, Alfian dan Gingsul orang terakhir yang ngambil motor di Pok Tunggal dan sedikit insiden kembali karena motor yang gw gunakan rantainya lepas dan gw memaksa untuk starter kick tapi sendal Hanis yang gw gunakan tidak akur dengan step starter kick motornya.. Alhasil bengkak dan cidera mata kaki.. Merepotkan sekali kau ham ham.. -_-“ Yasudahlah sampai di tempat kawan – kawan berkumpul.. Afri menyetting rantai motor yang akan gw gunakan dan Betty, Nifus dan Wisnu menjadi perawat kaki gw walaupun ga sedikit dibikin sakit karena bengkaknya dipencet – pencet oleh Wisnu.. -_-“
Engga ngerti mereka sedang ngapain !! Hahaha
Okech semua selesai dan kami harus kembali ke Jogja.. Gw memaksa tetap mengendari motor yang membuat kaki gw bengkak karena gw berpikir Harun minim penglihatan kalau jalan malam sedangkan hari mulai gelap.. Tapi Gingsul melarang keras gw untuk mengendari motor dan kembali ke formasi awal dimana gw dibonceng Alfian dengan membawa Carrier.. Sepanjang perjalanan gw khawatir sama Harun tapi yasudahlah gw percaya akan baik – baik sajah.. Ternyata yang cidera adalah Hanis karena jatuh saat mengendarai motor masih dikawasan awal perjalanan.. -_-“ Alhamdulillah Hanis dan Reni yang dibonceng ga terlalu parah lukanya dan masih bisa mengendarai motor selamat sampai Jogja..
Sampainya di kostan Angga di Jogja.. Dea harus ke Solo karena janji mau kerumah Embahnya disana dan Gw tepar karena sangat lelahnya perjalanan dan ga sadarkan diri sampai Alfian membangunkan gw untuk diajak makan.. Sama sekali belum ganti dan belum mandi gw jalan mencari tempat makan bersama kawan – kawan lainnya.. Malam ini gw mengendarai motor kembali dan itu nikmat daripada dibonceng yang pegelnya berasa sampai kepantat.. -_-“
Kenyang Alhamdulillah.. Waktunya bobo manis di kostan tapi gw harus mandi dulu dan Shiwo ga ada habis – habisnya merekam kembali.. -_______-“ Apaan sih nih si Kriwil !!!
Nikmati setiap detik kebersamaan itu !!!
Hari Kedelapan, 02 Januari 2014
Hei Ja.. Nyari oleh – oleh yuk buat PatJar kesayangan dan buat orang kantor yang bersedia menutupi aib gw dikantor karena gw harus bolos 2 hari.. Hahaha.. Para pejuang jalur dewa pun ikut mencari oleh – oleh di Malioboro.. Kami menelusuri panasnya Malioboro siang itu dan berakhir di Mirota.. Lengkapilah belanjaan kalian disini kakaa.. Lihat sana lihat sini dan gw tetap membelinya diluar Mirota.. Hahaha..
Hallo lee.. Alvian adikku dari BPI Solo menghubungi handphonenya Hanis karena handphone gw signalnya sedang istirahat alias ga jelas.. -_-“ Alvian dan adikku lainnya bernama Prita ternyata sudah menunggu di Pakualaman.. Mereka datang jauh – jauh dari Solo untuk menengokku di Jogja karena Aku ga bisa menyempatkan diri ke Solo saat di Jogja.. :’) *Peluk sini
Gw menjemput mereka yang sudah menunggu dari tadi di Pakualaman bersama para pejuang jalur dewa setelah kami semua selesai belanja oleh – oleh.. Lengkaplah kostan dengan kehadiran BPI Solo - #ChapterMalang - #ChapterJogja – Bekasi Summiter dan Kawan Medan.. KAMILAH KEBERSAMAAN ITU !!!.. Mendekatkan diri satu sama lain dan mengenalkan diri satu sama lain..
KAMILAH KEBERSAMAAN ITU !!!
Jam sudah menunjukan pukul 05 sore.. Dea pun sudah kembali ke kostan dari Solo  dan gw harus ke St. Lempuyangan bersama para pejuang jalur dewa dan adikku BPI Solo.. Kami dihantarkan kawan – kawan #ChapterJogja dan #ChapterMalang ke St. Lempuyangan.. Sedih rasanya karena gw masih ingin menikmati sebuah kebebasan bersama seperti ini.. Gapapalah pasti akan ada moment seperti ini dan seperti kata Dea yang mengatakan waktu liburan yang sedikit akan mampu move on dari suasana liburannya”.. Kurang lebih seperti itu kalimatnya dan silahkan pahami sendiri..
Bye Ja !!!..

Akhir Perjalanan
Tidak ada akhir dalam perjalanan ini karena gw sendiri menikmati canda dan tawa setiap goresan tinta cerita ini.. Salam pelukan terhangat untuk Sahabat – sahabat yang menemani cerita – cerita kami selama perjalanan ini..
Kaki ini menyapamu.. Sumbing..
#ChapterSemarang ada NetNot, Veri, Abu dan Kawannya Abu yang baik hati mengantarkan kami ke Terminal Terboyo.. :*
BPISemarang ada Alet dan Kawannya Alet yang menemani sampai pagi serta mengantarkan kami ke kostan Abu didaerah atas.. :*
BPISolo ada adik – adikku khusunya Alvian (Nyonyo) dan Prita yang mengunjungi abangnya di Semarang dan Jogja.. :*
#ChapterJogja ada Afri, Arif, Azzar, Angga, Heri, Betty, Nifus, Dilla, Teguh, Titot dan siapa lagi yaa.. Hahaha aku lali dan sepertinya Aku harus mengenal kalian lebih dekat lagi karena aku nyaman.. :*
#ChapterMalang ada Evan dan kawannya yang setia mengantarkan kami ke Stasiun Lempuyangan.. :*
Kawan Medan ada Surya, Anggun dan Diaz kalo ga salah namanya.. Hahaha.. :*
Bekasi Summiter alias #ChapterBekasi ada Shiwo, Wisnu, Alfian, Mamdu, Gingsul, Fahrul, Aul dan Ucrit yang lebih dahulu sampai di Jogja..
Salam dari kami Para Pejuang Jalur Dewa dari Bekasi Summiter..
Pejuang Jalur Dewa
Kiri :: Hanis - Abi - Harun - Reni - Billy - Dea - Wibi
Ksatria Berkuda Putih dari Negri Dongeng
Ilham Sutiawan
#SalamLangkah untuk Merah Putih

#Salam 3371mdpl


Selasa, 03 Desember 2013

Catatan 25 senyum untuk mu..

hari mu sudah terlalu sibuk sayang.. aku tau itu.. :)
Jangan khawatirkan aku yang ada disini.. karena aku selalu memperhatikanmu disana.. :)
percayalah pada yang memilikimu tentang aku.. :)
aku sedang mempersiapkan semua yang aku perlukan untuk mu sayang.. :)
keindahanmu selalu aku lihat dalam setiap senyum dan tawa mu hari itu.. :)
aku bahagia melihat setiap kata manis yang kamu keluarkan di hari itu.. :)
kerinduanku akan dirimu aku obati dengan kebahagiaanmu hari itu sayang.. :)
bahagiakanlah dirimu disana karena itu aku bisa memeluk rasamu disini.. :) 
hari mu masih panjang sayang.. tentukanlah tujuan setiap langkah hidupmu.. :)
dan ceritakanlah padaku saat aku menyelesaikan semuanya.. :)
karena aku selalu senang mendengar semua cerita-cerita mu.. :)
aku telah ucapkan pada yang memiliki diri mu dalam Do'a ku.. :)
untuk selalu menjaga mu dalam setiap nadi yang berdetak dalam diri mu.. :)
ingatkah kamu saat aku mulai suka dengan kamu sayang ??.. itu rasanya nyaman.. :)
sampai saat ini rasa itu masih selalu ada disetiap mengingatmu.. :) 
dan ingatkah cerita dua bukit itu.. bukit-bukit itu sangat indah dengan lapisan kabut tipisnya.. :)
ingatlah aku saat itu.. ketika kamu sangat merindukan aku saat ini.. :)
dan yakinkanlah dirimu.. aku sedang tersenyum untuk mu.. :)
itu pula yang selalu aku lakukan ketika aku sangat merindukanmu sayang.. :)
jalankan kehidupan barumu sebaik mungkin.. :)
aku tau kamu hebat.. aku sudah lihat itu ketika kamu peduli sama orang lain.. :)
dan kamu tau sayang ??.. aku bangga ketika melihat kamu yang hebat.. :)
teruslah belajar ya sayang.. dan berhentilah sesaat ketika kamu harus bagikan apa yang telah kamu dapatkan.. :)
sekali lagi jangan khawatirkan aku.. aku baik-baik sajah mempersiapkan semuanya.. :)
dan ini senyum ke Dua Puluh Lima untuk mu di usia mu saat ini.. :)

dari :: Catatan 25 senyum untuk mu.. -ilham sutiawan-


Jumat, 14 Juni 2013

Cerita Mahameru !


Cerita Mahameru ::
dari Dua Bukit diantara Dua Lilin


Rindu bertemu kembali dengannya.. bermain dengan airnya.. melihat rumputnya yang menari dan memeluk pasirnya sampai aku dapat berdiri tegak diatasnya.. Rindu ini sudah tidak bisa aku tunggu lagi.. Ketika 2 orang sahabat mengajakku kembali kesana, Semeru ! dari Ranu Kumbolo sampai Mahameru..

Ranu Kumbolo

Sekilas persiapan yang telah dilakukan sebelum bertemu kembali dengannya..
Hari itu, Tya dan Mifta mengajakku untuk kembali ke Semeru karena salah satu tujuan mereka untuk bisa bersahabat dengan Mahameru.. Tempat terindah bagi para Pandawa, Swarga Loka !.. Persiapanpun kami lakukan dengan mengajak Azry salah satu sahabat kami.. Hitungan keseimbangan gender untuk mendaki sebuah gunung besar.. Gunung dengan banyak filosofi cerita persahabatan, hati dan hidup buat perjalanan ku..

Hari itu hari kamis tanggal 06 Juni 2013.. Persiapan pribadi dari mulai surat cuti kerja yang aku ajukan sampai hari selasa nanti pun sudah di approve oleh atasan beberapa hari yang lalu sampai perlengkapan pribadipun sudah masuk semua ke Carrier.. Dan persiapan team yang gw namakan Ilalang Mahameru #3 pun sudah siap semua.. Namun dari 4 Ilalang yang berangkat hanya 1 Ilalang yang cancel, Tya !.. Kami sangat mengerti kenapa Tya cancel karena rasa sayangnya terhadap keluarga.. Jadi kami tetap lanjutkan perjalanan walaupun hanya ber-3.. Aku, Mifta dan Azry..

Perjalanan kali ini pasti akan menjadi perjalanan yang indah buatku.. Karena banyak tujuan kembali kesana.. Melepas rindu.. Merasakan setiap langkah kaki disetiap moment – moment yang pernah aku lewati sebelumnya.. Menyiapkan segalanya dari melihat, merasakan dan menyentuhnya sampai aku menyiapkan mental untuk hati ini..

Hari itu pula aku berangkat dari rumah menuju Stasiun Kranji Bekasi untuk meneruskan perjalanan ke Stasiun Jati Negara Jakarta.. Disana aku janjian sama Azry yang dari Bogor.. Kemudian kami berdua melanjutkan perjalanan ke Stasiun Pasar Senen Jakarta.. Disinilah Meeting Point kami sebelum bersahabat dengan KA Matarmaja.. Aku dan Azry menunggu Mifta yang datang bersama Tya untuk melepas kami di Stasiun Pasar Senen menuju Malang..

St. Pasar Senen
Tidak lama kami menunggu disana.. Mifta dan Tya pun datang yang selanjutnya bertemu dengan Christine dan Renaldi.. Aku memang sudah tau kalau mereka berdua berangkat juga ke Semeru dengan kereta yang sama, namun tujuan mereka hanya sampai Ranu Kumbolo.. Akhirnya kami berangkat ber-5 dari Stasiun Pasar Senen menuju Stasiun Kota Baru Malang.. Perjalananpun kami mulai dengan melepas Tya dan memikul segudang titipan dari sahabat – sahabat kami yang lainnya..

Hallo Matar !.. Aku mengingatmu ketika perjalanan pertamaku ke Semeru tahun lalu.. Di Kereta itu aku mengenal Bang Ismail Faruqi dan Bang Kunil.. 2 orang anak hebad yang telah memberikan banyak warna kehidupan di dunia yang sekarang aku cintai.. Dunia alam dan panorama keindahannya ! Sudah tidak sabar aku ingin sampai ke Ranu Kumbolo saat itu.. Karena aku juga sudah rindu sama anak hebad lainnya yang telah dulu berangkat ke Ranu Kumbolo.. Bang Is, Bang Mpe, Bang Iwonk, Bang Away dan Bang Kunil yang aku tau mereka sudah disana.. Tapi sayang Bang Ncek ga bisa ikut karena satu dan lain hal yang harus dia urus..

KA Matarmaja
Kami ber-5 terpisah gerbong.. Aku, Mifta dan Azry berada di gerbong 1 Matar sedangkan Chris dan Renaldi di gerbong 2 Matar.. Tertawa Tidur Tertawa Tidur yang kami lakukan di dalam gerbong 1 Matar yang kini sudah ber-AC.. Hingga tiba di Stasiun Madiun, aku merindukan mbah putri di Ponorogo.. Di Stasiun inilah aku turun jika ingin ke kampung halaman Ibuku.. Untuk mengobati rindu pada kampung halaman aku membeli pecel Madiun dan memakannya sambil menikmati suasana malam di Stasiun Madiun..

Pagi hari di Stasiun Kota Baru Malang.. Selamat pagi Malang ! Aku kembali menyapamu ditengah ramainya orang – orang yang hendak melanjutkan perjalanan mereka ke tujuan masing – masing.. Kami ber-5 pun akan menuju rumah Pak Rusno di Pasar Tumpang.. Rumah singgah pertama kami sebelum menuju perjalanan panjang ke atap Pulau Jawa.. Kami istirahat sejenak sambil repack carrier kami masing – masing disana.. Satu hal yang aku pelajari dari keluarga ini, mereka sangat baik bahkan baik banget.. Titipan Tya pun kami sampaikan ke anaknya Pak Rus.. Sebuah foto Keluarga Besar Ilalang dengan bingkainya dan berharap dapat di letakan di salah satu ruang rumah Pak.Rus..

Perjalanan ke Desa Ranu Pane
Kami melanjutkan perjalanan ke Ranu Pane dengan menggunakan Truck sayur Pak. Rus.. Kami ber-5 berangkat bareng bersama 13 orang lainnya yang memiliki tujuan sama dengan kami.. Menyapa Mahameru !.. Tibalah kami di bukit Teletubies.. Salah satu spot keindahan alam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).. Kami semua harus pindah kendaraan karena kondisi jalan yang sedang dalam perbaikan memaksa kami untuk pindah kendaraan untuk sampai ke Desa Ranu Pane.. Desa yang menjadi Basecamp Pendakian bagi para petualang Gunung Semeru..

Singgah di atas Bukit Teletubies
Desa Ranu Pani
Basecamp Pendakian Mt. Semeru
Registrasi selesai dengan segala jenis persyaratan di Basecamp Ranu Pane.. Sore itu hujan di Ranu Pane.. Aku, Mifta, Azry, Chris dan Renaldi menunggu hujan berhenti untuk memulai perjalanan.. Pukul 03 sore kami lakukan langkah pertama kami dengan diiringi do’a sebelumnya.. Tanah, aspal masih terlihat basah dan sedikit hujan pun masih menyiraminya.. Namun dengan estimasi waktu untuk sampai di Ranu Kumbolo itu pukul  07 malam, kamipun harus mulai berjalan.. Setapak demi setapak kami lewati hingga sampai di Pos 1.. 1 jam kami lalui untuk sampai di Pos 1, sejenak berisitirahat dan kami melanjutkannya kembali ke Pos 2.. Kurang lebih 30 menit untuk sampai di Pos 2.. Istirahat sejenak kembali dan kami lanjutkan perjalanan ke Pos 3 yang harus melewati perbatasan Watu Rejeng.. Cukup jauh kami berjalan, Aku sebagai leader harus membuka langkah mereka dibelakangku ada Mifta yang mengikuti lalu Chris, Renaldi dan Azry sebagai Sweaper.. Mendekati Pos 3 hari sudah gelap dan Mifta jatuh keram sebelum sampai di Pos 3.. Kaki Mifta keram, saat itu yang aku rasakan keadaan gelap yang mulai dingin dan mentalnya yang jangan sampai drop.. Perlahan jalan menuju Pos 3 dan kami istirahat sejenak sambil aku berusaha mengetahui kondisinya Mifta walaupun aku sendiri tidak mempunyai dasar kesehatan namun aku mencoba melakukan peregangan otot di kaki Mifta dengan memijat bagian kaki yang keram..

Selamat Datang !
Gapura TNBTS !
Kondisi Mifta mulai membaik dan kami melanjutkan langkah kembali untuk sampai di Pos 4.. Perlahan kami lalui sampai sebelum tiba di Pos 4, Christine cidera karena kepalanya terbentur batang pohon yang melintang di jalur menuju Pos 4.. Keadaan malam itu memang gelap dan Aku sebagai Leader salah memberikan instruksi apa yang ada didepan.. Kami semua berusaha menolong Chris saat itu dengan memberikan motivasi untuk tetap menghangatkan mentalnya ditengah rasa sakit dikepalanya.. Perlahan lagi kami lanjutkan langkah dan tiba di Pos 4 untuk istirahat sejenak dan memandangi Ranu Kumbolo yang dihiasi lampu – lampu tenda sampai menunggu kondisi Chris membaik..

Pos 2
Setelah istirahat dan kondisi Chris mampu untuk kembali berjalan, kami lanjutkan langkah – langkah terakhir kami ke Pos 5 tempat kami ingin bermalam di Ranu Kumbolo.. Turun dari bukit aku melewati tenda – tenda pendaki yang sudah dulu sampai.. Namun aku kecewa terhadap salah satu ucapan yang keluar dari mulut seorang pendaki yang memang sudah open camp terlebih dahulu.. Aku masih ingat Dia bilang “Aahhh males gw besok muncak.. banyak banget”.. Nada yang dikeluarkan ditekan dan tampak kesal dengan kedatangan kami.. Apa yang salah dengan kami ??.. Apa karena kami datang hari ini dan Dia lebih dulu disini sehingga kami salah ??.. Kenapa bukan Dia sajah yang datang besok sampai pendakian sepi jika ingin muncak dalam keadaan sepi.. Atau kenapa dia tidak booking Gunung Besar ini hanya untuk pendakian Dia sendiri.. Aku masih bingung sama sikap arogan seorang yang jelas – jelas mereka sekarang berada di Alam.. Siapa yang akan menolong Dia di Alam jika Dia tidak pernah menganggap disekelilingnya adalah sahabatnya.. Alam ini milik Allah SWT.. Masih pantaskah Dia sombong atas sikap dan bicara kalian terhadap orang lain di Alam-Nya ??.. Dia boleh bersikap seperti itu jika Gunung ini memang milik Dia.. Ingat “Jika Gunung Ini Milik Dia !”.. Bilang ke Orangtuanya untuk membeli Gunung ini sehingga Dia tidak membuang energi untuk mengurusi kedatangan kami.. Atau apakah kedatangan kami menjadi paradigma di otak Dia kalau kami Pendaki 5cm yang lagi menjadi trending topic Mt. Semeru ??.. Kalau memang seperti itu aku jawab “Dia Tidak Punya Otak !”.. Buat apa repot mengurusi dan melarang orang lain jika Dia sendiripun masih merugikan orang lain.. Buatku Film 5cm berdampak sangat baik terhadap Visit Indonesia.. Mereka punya aksi mengenalkan Alam Indonesia dan membuka banyak peluang usaha terhadap ekonomi Indonesia.. Kalaupun banyak pendaki – pendaki yang baru bukankah harus diarahkan bukan malah dilarang seperti Gunung Milik Dia Sendiri.. Jangan sombong kau boy ! Ini Gunung bukan kamar tidur kau !..

Kami terus melangkah sampai di Pos 5 tempat kami untuk membangun tenda dan bermalam sebelum melanjutkan langkah kami ke Kalimati.. Jam 09 malam tiba di Pos 5 Ranu Kumbolo, kami mencari tempat untuk membangun tenda kami.. Ada 2 tenda yang kami bawa, Tendaku untuk Aku, Mifta dan Azry sedangkan Tenda Chris untuk Chris dan Renaldi.. Sejenak aku izin untuk mencari Anak Hebad yang sudah di Ranu Kumbolo dari 2 hari yang lalu.. Aku tau tempat favorite mereka disebelah mana dan akupun mulai berjalan menghampiri mereka.. Terdengar familiar suara Bang Is dan Bang Away yang sedang bersenda gurau dengan Anak Hebad lainnya.. Aku menghampiri mereka dan bermaksud memberikan kejutan dan.. Mereka tidak terkejut dengan kedatanganku.. ( -_-“) Zzzz !

Sepertinya mereka memang sudah tau kalau kami tiba di Ranu Kumbolo malam ini.. Aku rindu mereka.. Yang pertama aku lihat itu Bang Is dan Bang Iwonk serta Bang Kunil.. Jadi ingat Semeru pertama tahun lalu di Ranu Kumbolo, saat itu bersama Dimas dan Ario dari Ilalang.. Lalu aku mencari Bang Mpe dan Bang Away namun aku hanya menemukan Bang Away yang seperti biasa ngoceh terus.. Karena tidak menemukan Bang Mpe, aku kembali ke Mifta dan Azry untuk membantu mereka membangun tenda dan masak malam ini.. Izin sebentar dari Anak Hebad untuk kembali ke spot Camp kami..

Sekembalinya ke spot Camp memang tenda belum dibangun, hanya tenda Chris yang sudah berdiri.. Lalu aku minta tolong Azry untuk membantuku membangun tenda tapi malam itu aku dibuat kesal oleh Azry.. Rasa malasnya Azry muncul diwaktu yang tidak tepat.. Ketika kami hanya ber-3 dan aku butuh bantuan untuk membangun tenda supaya lebih cepat untuk istirahat.. Azry malas – malasan dan saat itu emosiku mengalahkan kesabaranku sehingga membuat Azry jadi semangat membantuku membangun tenda.. Mifta terlihat salah tingkah ketika aku emosi membangun tenda.. Dan aku minta maaf karena tidak mampu mengontrol emosi saat itu karena tidak ada alasan untuk emosi walaupun lelah dan sudah larut malam seharusnya aku harus tetap bisa mengontrol emosiku sendiri..

Selesai membangun tenda, emosi mulai down.. Aku, Mifta dan Azry melanjutkan beres – beres carrier dan memasukannya kedalam tenda.. Setelah semua beres tanpa ganti baju aku kembali menghampiri Anak Hebad hanya untuk melunasi janji kembali ke Camp mereka.. Namun tak disangka mereka telah merencanakan niat untuk menahanku disana.. Kedua kalinya kesana aku ketemu Bang Mpe dan yang dia tanyakan adalah “Dimana Mifta Ham ??”.. Aku kasih tau tempat kami open camp di Ranu Kumbolo dan Bang Mpe pun menghampiri tenda kami.. Sedangkan aku mulai dipancing – pancing tentang perasaanku ke Mifta.. Aktor disini adalah Bang Away sebagai Pemancing dengan menggunakan susunan kata yang sulit untuk tidak dijawab selain diam sajah.. Bang Is sebagai Pemancing dengan menggunakan alat ukulele memainkan lagu – lagu percintaan.. Dan Bang Iwonk sebagai Pemancing dengan lirik – lirik lagu yang musiknya dimainkan oleh Bang Is.. Dan terakhir adalah Bang Mpe sebagai Pemancing terhadap Sang Hawa untuk datang ke TKP.. Lengkaplah mereka merencanakan sesuatu untuk memancing perasaanku di malam itu..

Baju belum ganti dan aku diharuskan jujur terhadap perasaan sendiri.. Beberapa kali lagu yang dimainkan Bang Is dan Bang Iwonk itu langsung menembus perasaan yang paling dalam yang aku miliki.. Seperti lagu Jangan Tutup Dirimu by Stinky dan Pelangi Dimatamu by Jamrud.. Lagu lainnya aku lupa apa sajah yang telah mereka mainkan.. Seiring dengan lagu – lagu tersebut, Bang Away melengkapi semua properti seperti Matras dan Lilin ketika Mifta datang.. Kami berdua duduk didepan 2 Bukit yang dihiasi jutaan bintang dilangit.. Sunggu malam itu sangat cerah dan 2 lilin yang dipasang oleh Bang Away ada di Kanan dan Kiri kami.. Kami duduk berhadapan diatas matras sampai sepatuku pun dibukain Bang Away.. Suara musik ukulele Bang Is dan lantunan lirik lagunya Bang Iwonk tersapaikan cukup jelas sampai ke hati.. Aku dan Mifta hanya bisa tersenyum malu – malu.. Mereka membuat ini sangat indah.. Disaksikan oleh banyak Anak Hebad yang baru aku kenal selain Bang Kunil dan Oge karena Oge pernah datang ke Kopdar Bekasi Summiter.. Bang Away dengan pandainya selalu memberikan pancingan terhadap apa yang harus aku sampaikan dari hatiku untuk Mifta.. Beberapakali mereka gagal karena aku tidak bisa yakin terhadap diriku sendiri untuk mengatakannya.. Aku memang mempunyai tujuan untuk bilang suka sama Mifta di perjalanan ke Semeru ini.. Tapi semua itu kondisional dengan melihat situasinya dahulu yang memungkinkan.. Kalaupun tidak mungkin aku tidak akan memaksa diriku untuk menyatakannya..

Mereka semua terlihat gregetan untuk memancing perasaanku malam itu.. Mungkin taburan bintang dan 2 bukit serta 2 lilin di Ranu Kumbolo pun juga lelah menunggu kalimat ajaib keluar dari mulutku yang harus didengar dan dijawab oleh Mifta.. Momentum yang mereka buat sangat romantis dan Aku pun mulai terpancing namun Aku malu untuk mengungkapkannya di puluhan mata yang melihat.. Sampai akhirnya aku meminta mereka diam dan menutup mata mereka.. Keadaan mulai sunyi hanya ditemani cahaya terang dari Lilin dan Bintang dilangit.. Aku pun mulai menyampaikan apa yang aku ingin sampaikan..
“Miftahul Kharimah, Gw Suka Sama Lu !”
Mifta seperti tidak percaya dengan apa yang Aku sampaikan malam itu.. Dia terlihat malu karena disaksikan dan didengar banyak Anak Hebad lainnya.. Dibantu Bang Is, Mifta mulai percaya diri untuk bertanya kepadaku..
“Sejak kapan ham ??..”
“Pastinya gw ga tau ta.. Tapi sampai saat ini, cewek yang deket sama gw itu lu ta ! Tapi gw susah make sure diri gw sendiri..”
“Apa yang susah di make sure ??..”
“Nikah.. Gw mau Nikah ta.. Jadi gw susah untuk make sure..”
Beberapa enit Aku menunggu dia kembali bicara tentang hati ini.. Dibantu Bang Is akhirnya dia bicara..
“Gw juga sebenarnya cari yang serius.. Selama ini gw NYAMAN jalan bareng Ilham..”
Rasanya itu seperti keluar dari Bola yang berisi air.. Terasa lega dihati mendengar Mifta bilang NYAMAN saat jalan bersama..

Kemudian Bang Away membantu menanyakannya kembali jawaban pasti Mifta ke Aku itu apa.. Dan jawabanya..
“Yaudah, Mau !”

#IM
Itu rasanya melebihi keluar dari bola berisi air tapi aku merasakan sayap yang tumbuh di punggungku dan aku terbang diatas air Ranu Kumbolo melintasi 2 bukit didepannya dan datang kembali untuk memeluknya.. Memang lucu apa yang Aku alami malam itu di Ranu Kumbolo.. Tapi Aku percaya, Aku membutuhkan orang lain untuk membangkitkan sebuah harapan dalam hidupku.. Aku memang bisa menapakkan kakiku di Atap Pulau Jawa ini tapi untuk urusan Cinta, Aku pastikan Aku Lemah !.. Mereka, Bang Is, Bang Mpe, Bang Away, Bang Iwonk, Bang Kunil dan sahabat lainnya adalah motivator yang bisa membaca karakter kelemahanku.. Malam itu lengkap sekali.. Jam 12 malam sesuai di jam tanganku, Aku merasa mempunyai Mifta yang disaksikan oleh 2 bukit dan diantara 2 Lilin yang dihiasi jutaan Bintang, Ranu Kumbolo !.. Saat itu Aku selalu senyum – senyum sendiri sampai saat ini kalau ingat itu..

Pagi Ranu Kumbolo !
Rasanya itu seperti mendapat nafas baru dan kami mulai lelah.. Aku dan Mifta izin pamit untuk istirahat ke tendaku yang sudah ditempati Azry disana.. Akhirnya mereka mengizinkanku dan Mifta untuk istirahat.. Kami berdua masih senyum – senyum didalam tenda dan bisik – bisik.. Ternyata Azry belum tidur, Dia mendengarkan semua yang kami bicarakan.. Itu disampaikan Azry saat packing mau melanjutkan perjalanan ke Kalimati..

Ranu Kumbolo
Pagi di Ranu Kumbolo, Aku bangun jam 8 pagi dan perutku berasa tidak enak karena memang belum buang air besar dari 2 hari sebelumnya.. Ini pertama kali aku buang air besar di Gunung dan di Ranu Kumbolo pula.. Aku mencari tempat terindah untuk membuang pupuk bagi tanah dan tumbuhan di Ranu Kumbolo.. Selesai buang air besar dan sarapan, kami packing karena jam 11 siang kami harus sudah melanjutkan perjalanan ke Kalimati.. Bang Mpe monitoring ke tenda kami, bercanda, ngobrol dan menawarkan barang – barang yang hendak kami titip karena mereka disinipun masih 2 hari lagi.. Sebenarnya aku memang berniat ingin menitipkan beberapa barang ke Bang Mpe yang hanya memberatkan langkah ke Kalimati namun tawaran itu datang sebelum niat ini terlaksana.. Aku juga tau dari Bang Away ada sekitar 10 orang Anak Hebad yang akan naik ke Kalimati untuk Summit.. Untuk itu Aku join bersama mereka yang dikepalai Bang Away..

Di Atas Tanjakan Cinta
Packing sudah rampung dan kami ber-3 tanpa Chris dan Renaldi siap untuk melanjutkan perjalanan setelah menitipkan barang di tenda Bang Mpe yang manusianya sajah tidak ada di tempat.. Ternyata mereka semua sedang berada di Cemoro Kandang, spot yang akan kami lalui menuju Kalimati.. Tanjakan Cinta, seperti biasa aku tidak mau lihat kebelakang dengan alasan mencoba keberuntungan dari sebuah mitos.. Aku berhasil tanpa melihat kebelakang dan kami melanjutkannya turun ke Oro – oro Ombo, tempat bunga – bunga indah Lavender berwarna ungu tumbuh.. Dari kejauhan terdengan suara sorak sorai dari Anak Hebad yang sedang menikmati Cemoro Kandang.. Mereka berteriak “Cieeeeee” untukku dan Mifta yang baru tadi malam mengalami keajaiban dari keindahan Ranu Kumbolo..

Lavender, Oro - oro Ombo
Azry
Mifta
Ilham
Benar sekali firasatku, mereka menahan kami di Cemoro Kandang sekitar 30 menit.. Alhamdulillah hujan pun turun dan kami mencuri kesempatan melepaskan diri dari Anak Hebad untuk melanjutkan perjalanan ke Kalimati.. Kami jalan ber-3 sampai akhirnya kami bertemu dengan Mba Novi Widiasari dari Komunitas Love Backpacker.. Mba Novi menyapa Mifta yang tanpa kami sadari ternyata itu Mba Novi karena baru ini kami semua bertemu Mba Novi setelah sekian lama ngobrol hanya lewat Facebook.. Lama kami ngobrol yang dilalui banyak pendaki – pendaki naik dan turun, menceritakan Bang Panca dan Bang Heri dari Ilalang yang sekarang sedang berada di Kalimati.. Bang Heri mampu mencapai titik tertinggi di Mahameru namun tidak sama dengan yang dialami Bang Panca karena harus drop sebelum sampai Archopodo..

Mba Novi Widiasari (Kaos Merah Berjilbab)
Setelah mendengarkan dan berbincang dengan Mba Novi kami melanjutkan perjalanan ke Kalimati.. Bertemulah Aku dengan Agung Baqho Permanusa alias Baqho dari Komunitas Bekasi Summiter, Komunitas yang aku dan sahabat – sahabat ku bentuk dari account tweeter @infogunung untuk #ChapterBekasi.. Kami menghampiri Baqho dan berbincang sebentar sebelum aku harus mencari keberadaan tenda Bang Away yang telah dulu sampai di Kalimati.. Bertemu pula dengan tenda Bang Panca dan Bang Heri di Kalimati, yang ternyata tenda Bang Away pun berada di belakang tenda Bang Panca.. Tidak disangka Bang Away sudah kenal Bang Panca di Gunung Papandayan karena Bang Panca memakai jaket Ilalang dari hasil tangan Dimas Production saat di Papandayan.. Keakraban alam pun terjadi, Aku merasa tidak kesepian di Gunung ini, banyak sahabat baru dan sahabat lama yang aku temui disini..

Bang Panca berniat melakukan muncak lagi bersama kami, untuk itu kami menyarankan Bang Panca istirahat di tenda kami karena Bang Heri dan sahabat Love Backpacker lainnya hendak turun ke Ranu Kumbolo.. Disanalah Bang Panca akan ditunggu Bang Heri setelah berhasil Summit esok hari..

Anak Hebad vs Ilalang (Bang Iwonk, Mifta, Bang Away, Ilham)
Sore itu di Kalimati, hujan turun cukup deras dan kami makan didalam tenda selanjutnya istirahat untuk persiapan Summit jam 11 malam sesuai kesepakatan dengan Anak Hebad.. Jam 11 malam beberapa Anak Hebad sudah bangun dan tenda kamipun di goyang – goyang oleh Bang Away.. Azry, Mifta dan Bang Panca pun sudah bangun tapi malam itu seperti biasa aku malas bangun.. Jurus terakhir yang dikeluarkan adalah jurusnya Bang Iwonk meminta rokok dan mengganggu tidurku.. Akhirnya Aku bangun dan bersiap – siap untuk Summit keduaku di Mahameru.. Aku merindukan pelukan pasirmu..

15 orang pejuang Mahameru yang dipimpin Bang Away melanjutkan perjalanan setelah berdo’a dan tetap berdo’a didalam hati kami masing – masing.. Perjalanan Summit pun dimulai, Aku berada ditengah – tengah yang diikuti Mifta, Azry dan Bang Panca serta beberapa Anak Hebad dibelakang kami.. Perjalanan menuju Archopodo, Mifta tersandung di turunan dari Kalimati menuju Archopodo.. Aku menangkap dan menahannya supaya tidak jatuh ke tanah.. Kami mulai tertinggal dari Anak Hebad karena situasi dan kondisi Mifta yang baru mengenal trek malam menuju Archopodo mengharuskan kami semua untuk menemaninya.. Aku kembali menjadi Leader mereka selepas tertinggal dari Anak Hebad.. Tujuanku sekarang adalah menyesuaikan kondisi kami untuk tetap berjalan mengenalkan Mahameru kepada 3 sahabat Ilalang..

Lautan Pasir Mahameru
Kami berjalan memasuki area Archopodo.. Disana sudah banyak tenda yang berdiri yang ditinggal pemiliknya menuju Mahameru.. Kamipun tetap melanjutkan perjalanan menuju batas vegetasi dan tiba di batas vegetasi jam 02.30 pagi.. Istirahat sejenak dan kami ber-4 melanjutkan perjuangan diatas lautan pasir Mahameru, 1 jam telah kami lalui dan itu masih sangat jauh ketika Aku melihat beberapa pohon cemara kecil dipinggir trek.. Mifta mulai drop mental, Dia meminta Azry untuk di tarik keatas.. Azry mengeluarkan webing dan menarik Mifta bersama Bang Panca, Aku dibelakang mereka menunggu mereka terus berjalan.. Sempat Aku menanyakan kembali ke Bang Panca untuk bergantian menarik Mifta, tapi Dia masih kuat untuk menarik Mifta dan Aku tetap berdiri dibelakang mereka sambil menunggu sunrise.. Ketika mereka sedang berjuang selangkah demi selangkah dilautan pasir, Aku asik dengan duniaku sendiri untuk membunuh waktu dilautan pasir..
Mifta (Webing)

Fotografer : Bang Panca
Jam 07.30 pagi itu dilautan pasir Mahameru, Aku mulai kesal dengan keadaan.. Aku melihat Mifta makin parah dengan mentalnya, estimasiku saat itu hanya butuh 15 menit untuk sampai puncak tapi tidak didukung oleh keadaan mental Mifta yang setiap 1 langkah istirahat.. Hal ini bisa menjadi ancaman untuk Mifta, Azry dan Bang Panca ketika kami harus membayar 15 menit dengan 1 jam kemudian.. Aku mulai berjalan keatas menyusul mereka dan menyuruh Mifta melepaskan webing yang menariknya.. Aku tarik Mifta menggunakan tangan dengan hitungan 5 langkah 3x nafas.. Hal itu berhasil membawa Dia sampai di trek datar.. Disana Aku bilang “Itu puncaknya.. Terserah lu mau kesana atau ga”.. Aku jalan terus dan menyuruh Azry dan Bang Panca duluan ke Mahameru.. Sebenarnya Aku harus melakukan ini hanya untuk membangkitkan mental Mifta yang habis.. Aku sayang sama Dia tapi bukan berarti Dia merugikan dirinya sendiri.. Dan Akupun menginkan Dia sampai ke Mahameru dengan langkah serta sisa tenaganya sendiri..


Alhamdulillah kami sampai semua dan mengenal Mahameru, Ilalang Mahameru #3 !
 
Mahameru

Ilham Mahameru

Mifta Mahameru
Azry Mahameru

Bang Panca Mahameru
Lebih dari 30 menit kami disana dan menyaksikan letupan Jogring Saloka sebelum kabut mulai menyelimuti kami.. Kami turun ke Kalimati dan hendak packing untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Ranu Kumbolo menyusul Anak Hebad yang telah turun setelah kami sampai di Kalimati.. Hujan turun kembali jam 2 sore dan kami tertahan untuk turun ke Ranu Kumbolo sampai akhirnya Jam 3 kami turun ke Ranu Kumbolo.. Hanya Bang Panca yang nekat turun terlebih dahulu untuk mengejar keberadaan Bang Heri di Ranu Kumbolo dan Ranu Pane.. Jam 05.30 sore kami tiba di Ranu Kumbolo dan telah ditunggu pasukan Anak Hebad yang telah Summit maupun yang stay di Ranu Kumbolo.. Kami kembali membangun tenda dan membereskan carrier kami kembali, masak, makan dan istirahat.. Rasanya lelah sangat ketika Bang Mpe, Bang Away dan Bang Kunil memanggil dari luar tenda, pikiranku pasti tidak bisa istirahat jika Aku sedikit sajah mengeluarkan batang hidungku ke mereka.. Untuk cari aman, Aku menolak panggilan mereka semua dan memutuskan untuk tidur sajah..

Ilalang Mahameru
Ada Renly di Ranu Kumbolo !
Pagi Ranu Kumbolo, cerah sekali pagi ini.. Rasanya sudah bisa melepaskan beberapa tujuan kami kesini.. Mifta mulai masak dan Azry membantu Mifta sedangkan Aku menikmati Ranu Kumbolo pagi itu.. Ketika Aku menoleh jauh kebelakang tendaku, Aku melihat makhluk petakilan jalan kearah tenda kami.. Reflek aku shock dan berkata “Bangsat ! Setan ! Ngapain lu kesini ?!”.. Dia adalah Renly Ilalang, Orang gila yang  katanya sedang ke Sumbing bersama Ario dan ternyata mereka tidak jadi kesana.. Ario yang tidak mendapatkan izin dari Orangtua karena harus menyelesaikan Skripsinya yang tertunda dan Renly yang mendapatkan pekerjaan baru di Pocari.. Namun orang gila itu nekat ke Ranu Kumbolo menyusul kami yang telah berada disana.. Dahsyat !

Packing
Waktu semakin siang dan kami hendak packing untuk segera turun ke Ranu Pani bersama Anak Hebad lainnya.. Setelah semua siap, kami ber-4 turun ke Ranu Pani diikuti Anak Hebad sampai di Ranu Pani.. Setelah kami istirahat di Pos 1 sebelum sampai di Basecamp Pendakian Desa Ranu Pani.. Kami melanjutkan perjalanan, sebentar sajah kami melangkah Aku salah menapakan kaki dan harus membayar mahal dengan cidera di angkle kaki kanan dan luka di dengkul kaki kiri.. Perlahan aku melangkahkan kaki yang diikuti Azry, tapi jujur Aku risih diikuti jadi Aku menyuruh Mifta, Renly dan Azry duluan ke Basecamp.. Namun solidaritas Azry kuat untuk tetap menemani langkahku sampai di ladang sebelum basecamp pendakian Aku menyuruh Azry untuk terus berjalan karena Aku akan lebih lama berjalan dengan keadaan kaki yang cidera dan terluka.. Azry tetap tidak mau dan akhirnya Aku bilang “Kalau lu ga duluan.. Gw ga akan jalan dari tempat ini..” Dan akhirnya Azry duluan menyusul Mifta dan Renly yang terlebih dahulu meninggalkan aku..

Sahabat Alam
Anak Hebad vs Ilalang
Alhamdulillah kami semua tiba di Basecamp Pendakian Desa Ranu Pani bersama Anak Hebad.. Kami istirahat dan bersenda gurau bersama melepas tawa dan cerita disana sambil menunggu kendaraan yang akan membawa kami ke Pasar Tumpang.. Bang Is menawarkan kami untuk ikut bersama Anak Hebad ke Bromo sebelum ke Pasar Tumpang.. Kesepakatan kami buat bersama dan kami memutuskan ikut ke Bromo menggunakan Jeep bersama Anak Hebad.. Ini luar biasa !..
 
Foto Bareng Abang (Bang Mpe)
Aap, Mifta, Mba Happy dan Bang Away
Sepanjang jalan Bang Away yang semobil denganku banyak cerita tentang perjalanannya ke Semeru tahun 2007 silam yang diberikan nama “Nyawa Di Ujung Jari”.. Ceritanya sangat membuat tegang ketika Bang Away dan temannya harus menuruni jurang 10 meter menuju bukit teletubbies Bromo dengan peralatan dan perlengkapan seadanya.. Cerita “Nyawa Di Ujung Jari” selengkapnya bisa ditanyakan langsung kepada aktornya, Bang Away !..

Suasana di Jeep Sebelah 
Kamipun tiba dengan senja yang mulai menipis diujung Barat.. Namun semangat mendaki anak tangga Gunung Bromo tidak mematahkan niat mereka melanjutkan langkah sampai ke Kawah Bromo.. Hanya Aku dan beberapa sahabat lainnya menunggu di parkiran jeep.. Cukup lama mereka menikmati siluet – siluet pemandangan Bromo, dan akhirnya setelah mereka semua kembali, kamipun pulang ke Pasar Tumpang walaupun ada sedikit masalah pada mobil jeep kami tapi semua bisa diatasi..

Rusuh !
Perjalanan yang cukup jauh dari Bromo ke Pasar Tumpang.. Melewati dan menembus suhu yang sangat dingin sampai harus menghadapi goncangan mobil yang terbentur gundukan tanah.. Semua itu menarik untuk dijadikan pengalaman.. Alhamdulillah kamipun tiba di Pasar Tumpang tempat Anak Hebad istirahat dan kami diantar Bang Is dan Bang Iwonk kerumah Pak Rusno tempat kami istirahat ditumpang sambil mengantarkan Mba Happy dan Mba Widi ke Terminal Arjosari untuk pulang ke Banyuwangi..

Selamat pagi Malang, hari ini kami ber-4 harus pulang ke Jakarta.. Renly sudah mendapatkan tiket pesawat jam 9 malam dibantu Tya dan kami memang sudah memegang tiket KA Kertajaya dari Surabaya jam 3 sore berangkat.. Selepas beres – beres dan repacking barang, kami pamit kepada keluarga Pak. Rusno untuk kembali ke Jakarta dar Surabaya.. Aku, Mifta dan Azry terpisah denga Renly di Terminal Surabaya karena kami ber-3 harus ke Stasiun Pasar Turi dan Renly ke Bandara..

Foto Kami di Rumah Pak Rusno
Perjalanan pulang kami lalui dan tak lupa kami berdo’a.. Tibalah di Jakarta jam 05 pagi.. Waktunya kembali kerumah dan kerja seperti biasa !.. J


#coretan
 
Kalian Dahsyat !